KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAI KOPI DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN CAIR

Authors

  • Anis Asmediana Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Ivana Phoebe Gunawan Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Lativa Lisya Maghfira Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Keywords:

Selai kopi, Gula aren, Antioksidan

Abstract

Selai kopi merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk dengan bahan dasar kopi. Penelitian ini berisi tentang pembuatan selai kopi dengan penambahan ekstrak gula aren. Gula aren dalam pembuatan selai kopi ini bertujuan untuk menambahkan nilai gizi selai dan memberikan aksen rasa manis yang akan berkolaborasi dengan kopi dan bahan pendukung meliputi air dan CMC. Proses pembuatan selai kopi gula aren ini dimulai dari penimbangan bahan, penghalusan, pengekstraksian, pencampuran bahan, pemasakan, pendinginan, dan pengemasan. Pada pengujian organoleptik, sampel yang terpilih adalah sampel yang menggunakan 90% kopi dan 10% gula aren. Hasil analisis kimia yang didapatkan yaitu kadar air 40,38%, kadar gula total 7,89%, kadar abu 1,3%, kadar antioksidan 25,2152%, viskositas 11,039 N/m2, dan total kalori 663,598 kal/g. Selai kopi gula aren ini dikemas menggunakan jar kaca.

References

Fajri, A., Herawati, N., Studi Teknologi Hasil Pertanian, P., Teknologi Pertanian, J., & Pertanian, F. (2017). PENAMBAHAN KARAGENAN PADA PEMBUATAN SIRUP DARI BONGGOL NANAS. Jom FAPERTA, 4(2).

Julizan, N., Maemunah, S., Dwiyanti, D., & al Anshori, J. (2019). VALIDASI PENENTUAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH. KANDAGA, 1(1), 41–46.

Lindani, A., & C.C Nurwitri. (2016). Perbandingan Pengukuran Kadar Air Metode Moisture Analyzer Dengan Metode Oven Pada Produk Biskuit Sandwich Cookies Di PT Mondelez Indonesia Manufacturing. Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Martoharsono, S. (2006). Biokimia. Universitas Gadjah Mada.

Milani, J., & Maleki, G. (2012). Hydrocolloids in Food Industry. www.intechopen.com

Nielsen, S. S. (2010). Food Analysis?: Fourth Edition. Dept. Food Science.

Pertiwi, P. (2015). Studi Preferensi Konsumen Terhadap Gula Semut Kelapa Di Universitas Lampung. Universitas Lampung. Universitas Lampung.

Roth, H. J. (1988). Analisis Farmasi. UGM Press.

Saha, D., & Bhattacharya, S. (2010). Hydrocolloids as thickening and gelling agents in food: A critical review. In Journal of Food Science and Technology (Vol. 47, Issue 6, pp. 587–597). https://doi.org/10.1007/s13197-010-0162-6

Sativa, O., Yuwana, Bonodikun, Program Studi Teknologi Pertanian, M. T. P. J., Pertanian, F. B. U., & Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, D. (2014). PHYSICAL CHARACTERISTICS OF FRUIT, BEANS, AND POWDER OF COFFEE HARVESTED FROM SINDANG JATI VILLAGE, REJANG LEBONG DISTRICT. Jurnal Agrondustri.

Sidrotullah, M., Pahmi, K., & Amrillah, D. (2019). Pengaruh Perlakuan Rebusan Gula Aren (Arenga Pinnata) Yang Diberikan Perolar Terhadap Stamina Mencit Dengan Metode Natatory Exhaution. JIKF, 7(2).

Silsia, D., Efendi, Z., Febri, D., Jurusan, T., & Pertanian, T. (2018). Karakterisasi Karboksimetil Selulosa (CMC) dari Pelepah Kelapa Sawit. https://doi.org/10.31186/jagroindustri.8.1.53-61

Winarno, F. (1992). Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.

Yuniarti, E. (2000). Mempelajari Proses Pembuatan dan Lama Penyimpanan Selai Rumput Laut. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Downloads

Published

2023-02-28

How to Cite

Asmediana, A., Gunawan, I. P. ., & Maghfira, L. L. . (2023). KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAI KOPI DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN CAIR. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 10(6), 348-354. Retrieved from http://www.ejournal.iocscience.org/index.php/Fruitset/article/view/3504